Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Susu Halal untuk Kecukupan Nutrisi Anak

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 06 October 2012
di Gizi - 0 komentar

Gambar Seorang Anak Minum Susu

Gambar Anak Minum Susu (Healthdetik, 2012)


Susu merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang diperlukan untuk membantu proses pertumbuhan anak. Perlu diingat, indonesia pernah mencanangkan 4 sehat 5 sempurna dimana susu sebagai penyempurna dari kebutuhan keseharian selain nasi (sumber karbohidrat), lauk (sumber protein dan lemak), sayur (sumber mineral), buah (sumber vitamin) dan penyempurna itu adalah susu (sumber vitamin D, mineral berupa kalsium, protein, dan unsur-unsur bermanfaat lain yang baik untuk kesehatan). Berdasarkan data yang ada menurut wakil menteri pertanian Rusman Hariawan (2012), konsumsi susu di Indonesia adalah yang terendah dibandingkan dengan negara Asia lainnya, yaitu hanya 11.09 liter/ kapita per tahun. Sedangkan tingkat konsumsi susu Thailand 33,7 liter/ kapita per tahun. Maka dari itu perlu dicanangkan program sosialisasi/ pendidikan nutrisi terutama terkait manfaat susu kepada siswa sekolah dasar. Seperti yang telah dilaksanakan oleh Frisian Flag yang bekerjasama dengan pemerintah Jakarta pada pertengahan tahun 2010 yang telah mendukung pengembangan pendidikan nutrisi untuk memastikan agar anak-anak memahami pentingnya nutrisi yang seimbang dan beragam kebaikan susu sedini mungkin. Program ini akan diperiksa oleh Kementerian Pendidikan dan sertifikat yang diberikan akan disahkan sehingga bisa diimplementasikan secara nasional. Dengan begitu diharapkan tingkat konsumsi susu penduduk Indonesia akan meningkat seiring berjalannya waktu dengan dimulainya sosialisasi terkait manfaat susu sejak dini (tingkat sekolah dasar).

Banyak sekali manfaat yang didapat dari susu, yaitu dapat membantu proses pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi pada anak karena dalam susu kandungan vitamin D dan kalsium cukup tinggi dibandingkan sumber makanan lain. Selain itu, kandungan antibiotik pada susu juga tinggi, sehingga dapat meningkatkan kekebalan dan dapat menghindarkan dari serangan penyakit.
Kebutuhan anak tidak hanya mencakup fisik saja. Yang tidak kalah penting yaitu kecukupan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk kecerdasan. Dalam hal ini, penemuan inovasi terbaru yang dipelopori oleh FrieslandCampina bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2012) menyebutkan bahwa Isomaltulosa bisa memberikan energi lebih lama dan mempunyai index glikemik rendah sehingga dapat memberikan manfaat terhadap kinerja kognitif anak terutama konsentrasi dan daya ingat. Hal ini dikarenakan proses metabolisme isomaltulosa untuk dirubah menjadi energi berjalan bertahap, sehingga selama waktu tertentu energi selalu siap digunakan dalam jumlah yang cukup (tidak lebih ataupun kurang). Isomaltulosa juga dapat memberikan energi lebih lama sehingga energi untuk otak selalu terpenuhi secara bertahap disaat tidur. Berikut videonya :

Tidak seperti halnya gula sederhana, sukrosa dan glukosa. Proses konversi gula sederhana menjadi gula darah lebih cepat (index glikemik tinggi) sehingga energi cepat diproduksi dan juga cepat habis. Inilah salah satu hal yang mempengaruhi anak cepat mengantuk setelah mengkonsumsi nasi, karena nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat kompleks berupa amilosa yang sangat mudah dipecah menjadi gula sederhana berupa glukosa dengan bantuan enzim amilase.

Pada proses formulasi untuk mendapatkan susu dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan anak diperlukan beberapa tahapan proses, diantaranya proses fortifikasi. Fortifikasi yaitu penambahan zat gizi lain untuk mencukupi kebutuhan gizi sesuai sasaran. Dalam hal ini yaitu susu formula yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi anak. Alasan lain dalam fortifikasi ini dikarenakan ada kemungkinan pada proses pengolahan (contohnya proses yang melalui pemanasan), nutrisi yang terkandung dalam susu terutama beberapa vitamin dan mineral rusak sehingga perlu ditambahkan vitamin dan mineral lagi.
Pada proses formulasi, ada beberapa titik kritis kehalalan, diantaranya yaitu coating, penambahan emulsifier, penambahan vitamin dan mineral.
1. Coating : Coating merupakan bahan pelapis/ pembungkus yang biasanya diterapkan untuk melapisi vitamin dan mineral secara mikroskopis. Coating biasanya terbuat dari gelatin. Vitamin dan mineral perlu dilapisi bahan tertentu (dalam hal ini coating) pada saat proses pengolahan, karena beberapa komponen tersebut bisa rusak pada tahap proses pengolahan sehingga perlu dilakukan pelapisan. Untuk itu, perlu dicurigai status kehalalan dari coating tersebut, apakah gelatin yang digunakan berasal dari babi, sapi atau tulang ikan.
2. Emulsifier : Emulsifier berfungsi sebagai penurun tegangan permukaan (antara air dan minyak) sehingga kedua komponen tersebut bisa menyatu. Contoh emulsifier yaitu lesitin. Dengan adanya emulsifier ini, susu bubuk lebih mudah larut dengan air. Sumber lesitin bisa berasal dari hewani ataupun nabati. Lesitin hewani bisa berasal dari babi, kuning telur dan hati. Sedangkan dari nabati bisa bersumber dari kacang-kacangan, contohnya seperti lesitin kedelai (didapatkan dari proses hasil samping penjernihan minyak kedelai). Sehingga, lesitin yang bersumber dari hewan bisa dikatakan sebagai titik kritis kehalalan. Titik kritis ini bisa berasal dari sumber hewan (apakah dari babi atau bukan) dan cara penyembelihan (apabila lesitin didapatkan dari hewan yang boleh dikonsumsi, apakah penyembelihan hewan tersebut sudah sesuai syari'ah Islam atau belum). Jadi, masalah kehalalan memang sangat kompleks dan tentunya perlu ditangani oleh berbagai kalangan mulai dari ulama' sampai ilmuwan.
3. Penambahan vitamin dan mineral : Perlu dikaji lebih lanjut, apakah vitamin dan mineral bersumber dari bahan halal/ haram. Akhir-akhir ini produksi vitamin yang diperdagangkan secara internasional menggunakan bantuan mikroba. Hal ini dikarenakan proses produksi lebih cepat, sehingga sangat efektif untuk diterapkan. Hal yang perlu menjadi perhatian yaitu media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba. Apakah media tersebut berasal dari bahan halal atau haram. Kalau media yang digunakan bersumber dari bahan haram, maka vitamin yang diproduksi oleh mikroba tersebut statusnya juga haram.

Oleh karena itu, sebelum membeli produk pastikan terlebih dahulu apakah produk yang akan kita beli sudah aman dan halal?
Keamanan produk bisa dilihat dari label BPOM, sedangkan kehalalan bisa dilihat dari adanya logo LPPOM MUI.

 
DAFTAR PUSTAKA

Diakses tanggal 19 Juni 2012

IbudanBalita. 2012. Frisian Flag 123/456 - Inovasi Baru dengan Isomaltulosa. http://www.youtube.com/watch?v=xrWXF-x4GRc
Diakses tanggal 20 Juni 2012

Sekartini, R., dkk. 2012. Frisian Flag 123 456 -  Inovasi Susu Pertumbuhan Pertama di Indonesia dengan Isomaltulosa untuk Gizi Lengkap dan Seimbang. http://www.frisianflag.com/ruang-media/berita-umum/6213-frisian-flag-123-456-inovasi-susu-pertumbuhan-pertama-di-indonesia-dengan-isomaltulosa-untuk-gizi-lengkap-dan-seimbang#_ftnref1
Diakses tanggal 19 Juni 2012

Wahyudi, S. 2012. Pemerintah Ajak Masyarakat Konsumsi Susu Segar. Berita Pertanian Online: Departemen Pertanian Republik Indonesia. http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=988
Diakses tanggal 19 Juni 2012

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :