Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Berlian di Pecinan (Kampung Cina) Kediri

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 11 October 2012
di Umum - 0 komentar

Suatu sore stelah hujan reda disuruh Abah beli tahu untuk Kakek, kebetulan Kakek suka tahu kuning.

Abah : “le, tumbasno tahu nak dalanan cedak klenteng, ngarep kediri plaza. Ngarep’e enek tulisane arab pegon, seng dodol muslim ” (Nak, belikan tahu di jalanan dekat klenteng, depannya kediri plaza. Depan tokonya ada tulisan arab gundul, yg jualan muslim).

Q : agak bingung, mikir2 dl. Hmm, kediri plaza! Kediri Mall? (bukan!), golden, borobudur, kediri town square? (bukaaaaaaan jg dh kayaknya!). Lalu mana y? (Berfikir keras cari maksudx Kediri Plaza itu mana. Hmm, ow iy y. Kn kata kuncinya dkt klenteng 9tempat ibadah orang konghucu). Pasti toko yg besar itu! Yes ketemu... “Oooow, iyo. Tumbas piro?”

Abah : “10 ae cukup. Oio, ngko tumbasne abon mesisan” (Sepuluh saja cukup, nanti sekalian belikan abon)

Q : “Sip..., duwite ndi?” hehe

Abah : menyodorkan uang 50rb + 20rb

Q : oy, siap berangkat.

Dalam perjalanan, mampir dulu ke minimarket yg menjamur di jalanan (sudah tahu pasti, kl tdk I-mart y A-mart!)

Habis itu, langsung menuju ke penjual tahu. Mengawasi sebelah kiri, bnyk sekali toko yg menjual tahu kuning. Mulai dr merk LTT, POO, LKK, dsj. Buanyak sekali, sampai2 jumlahnya kurang lebih 25 toko yg kesemuanya menjual tahu kuning (ya iya lah...., ini pusatnya oleh2 d kediri).

Tidak berapa lama, kujumpai toko tahu yg ada tulisan arabnya, benar letaknya di depan kediri plaza agak ke utara dikit. Pelan2, motor mulai kusandarkan. Tak amati sebentar (gk langsung masuk). Di sana ada 3 cewek, 1 pake kerudung (karyawan), 1 karyawan lg gk pake kerudung trus ada 1 lagi meme/ cece (cewek Cina, gk pake kerudung) yang menemani karyawanya. Kira2 usianya usia SMA.

Langsung saja q nyamperi cewek itu (*ya iya, secara posisi dy paling dekat dngn q, drpd manggil2 karyawan yg letaknya jauh & sibuk bungkus2 sesuatu. Mending nemui cece yg siap sedia melayani pembeli ^^ : bukan alasan lain2 lho, ato mungkin ini anugerah y? Hehe)

(Ada rasa yg berbeda, jantung agak bergetar). Haha

Q : “Mbak, beli tahu 10 bungkus...”

Cece : “Iya,... sambil menganbil bungkus n memasukkan tahu satu persatu”

Q : “Eh, maaf mbak, bukan 10 bungkus tp 10 biji”, q agak senyum malu cz salah bilang, butuhnya hx 10 biji, e malah bilang 10 bungkus J

Cece : Mengembalikan beberapa tahu yg sudah dimasukkan dalam bungkus (besek)

Q : Mengamati seisi ruangan, disana bnyk kaligrafi dan ada kalender pondok pesantren. Wah, bener kata Abah q kl itu penjual tahu kuning orang muslim. Tp q pikir2 lg, kok Cece g pake kerudung? Y udah, biarkn cz bnyk jg muslimah d Indonesia yg g pake kerudung.

Setelah Cece menyodorkan pesanan q,,, jam menunjukkan sekitar pukul 11.45

Q : “berapa mbak?”

Cece : “15 ribu”, agak senyum dikit

Q : “Ini Mbak,“ menyodorkan uang sambil balas senyum dikit jg J

Habis tu q lngsng capcuzzz (cabut bahasa normalnya J) ke rumah Kakek

Di rumah kakek ngobrol bentar ------------------------------

Pulang, trus nemui Abah.

Q : “Wuih, iyo. Nak tokone enek kaligrafi n kalender pondok, tp anak’e ko g gawe kerudung y??” kata q ke Abah.

Abah : “Y mungkin pas dicopot ae”, katanya

Malamnya, q ke rumah Kakek lg cz daun srikaya yg harusnya siang td q antar lupa g’ tak bawa. Nenek q sakit diabetes, daun Srikaya dipercaya dpt menstabilkan gula darah

Sesampainya di rumah Kakek, skitar jam 19.00......., q bingung. Jadi gk y? Jadi masuk gk. Hmm

Tak putuskan gk jd!!!, cz wkt itu d rmh Kakek ada –PENJAGA- spesial, hehe. *Ada orang (maaf) gila d dpn pintu. Memang konyol, jauh2 ngantar daun, e sesampainya d rmh kakek malah gk jd cz kejadian itu. Minta telfon Paman, adik sepupu gk pny. E y wiz tak putuskan pulang aja.

Di tengah jalan............

Tiba2 kepikiran Cece, trus ada pikiran buat lewat depan tokonya. Pelan pelan, mengendarai motor pelan2 sambil lihat isi dalam tokonya. Di sana ada 3 orang yg sama seperti td pagi. Tetap ada 2 karyawan, yg satu pakai kerudung. Tapi sungguh ada yg berbeda, ada sesosok pakai baju muslimah d sana (berkerudung ungu). Terbesit dlm pikiran, mungkin dy Cece siang td.. hmm. *Cari2 alasan bwt bs masuk sana, q sms Abah ”Tumbas tahu piye? Digawe oleh2 Ibu kost” –alesannn- (g berani lngsng beli, cz q gbw uang, adanya hx uang abah yg tersisa d dompet q. Makanya q ijin dulu, blh beli p gk).

Balesan sms Abah : “sesok esuk ae”, hmm, y dh pulang saja.

Mau balik Wat liat isi dalam toko lagi, pikir2 gk juga cz wkt itu hujan. Y dh besok pagi aja, beli tahu 10 biji.

Keesokan harinya, jam 07.00 - - -

Xxxx setelah pamitan Abah, Umi, Adek...

Berangkatlah ke wilis (rumah bibi) bwt nukar helm cz teranyata helm q tertukar dngn Pak Lik. E ternyata Pak Lik sudah berangkat, jd gjd tuker helm deh! Bu lek bilang, “layakno helm e digawe g penak”

Hheehe, q hx bs senyum

Stelah tu, q lngsng menuju ke toko penjual tau kuning (dengan memikirkan hal2 yg indah) J

Sesampainya d sana, lepas helm trus sangkutkan ke sadel motor, trus hbiz tu masuk toko.

D sana ada Ibu (kayak orang Cina) yg kebetulan lg menata daganganx., trus d meja kasir ada Bapak (memang orang Cina).

Dengan gaya sok cool, sok ramah, sok berwibawa dan sok keren.......

Ehmmm.

Q : “Bu, beli tahu 10, dibungkus”

Ibu penjual tahu : “Iya...”

Q : “Stik tahunya ada Bu’?”

Ibu penjual tahu : “Ada, di rak situ Mas”

Q : pilih2 stik.... “berapaan Bu’?”

Ibu penjual tahu : “6rb mas...”

Q : ambil 2 bungkus, trus skalian ambil tahu dr Ibux. “Smua berapa Bu’?”

Ibu penjual tahu : “27rb..”

Q : senyum ke Ibunya “Makasih Bu’... Oy Bu, Ibu muslim?” (*sebenarnya tny gt gk etis, tp gpp lah bwt memastikan aja).

Ibu penjual tahu : “Iya,” sambil senyum bahagia kayakx.

Q : “marga hoo ya? (*dengan gaya sok tahu). Trus tny lg, Cina muslim di kediri itu dimana saja y Bu?”

Ibu penjual tahu : Kayaknya berpikir keras,, hmm. “Cina muslim di sini (kediri maksudx) minor Mas.” Lagi2 senyum.

“Mas rumahnya mn?”

Q : Seneng bngt, akhirnya bs menarik perhatian si Ibu, barangkali mau dijadikan menantu y?. Hehehe

“Banjarmelati Bu, dekat Rumah Sakit Islam”, jawabku

Ibu penjual tahu : “Ini mau ke mana Mas?”

Q : “Mau ke Malang Bu’, ini buat oleh2 Ibu kost”, (jawaban q terlalu polos)

Ibu penjual tahu : “ow, Malang yang jalan nya berkelok kelok itu y?”, sambil meragakan/ meliukkan tubuhnya.

Dalam hati q ingin ketawa, lucu juga Ibu’ ini. Cantik, selera humor tinggi, anaknya mungkin begitu, pikirku. Hehe

Q : “Iya Bu’,”, senyum2

Ibu penjual tahu : “Mas sudah kerja atau kuliah?”

Ko’ g tny, “udah nikah pa belum???” y... hehe (*kl ditanya begini udah siap lahir batin, pasti tak jawab kl q belum pernah nikah sebelumnya tetapi sudah siap nikah InsyaAllah, hahaha. *kl wkt itu q khilaf, tak jawab “siap nikah dengan anak Ibu’, InsyaAllah mau saya kembangkan usaha tahu Ibu – ex. Mencarikan sertifikat halal, memperbaiki kemasan, memberi nutrition fact, memperbaiki sistem pemasaran, dan sebagainya terkait pangan). Kl tny kerja pa kuliah, bingung stengah mati (*lebay!). mau jawab kuliah, kuliah sudah selesai. Mau jawab sudah selesai kuliah ntar ditanya kesibukannya apa (*blm pny kesibukan soalnya, makane bngung). Hmm, bingung.. Akhirnya.!

Q : dengan PD dan sok cool serta hati yg mantab jawab :, “kuliah Bu!, di Universitas Brawijaya Malang, ambil Ilmu Pangan”. Lengkap bngt, padahal sebenarnya cukup jawab kuliah/ kerja aja.

Trus q pamitan, : Hmm, “makasih Bu”...

Ibu penjual tahu : Senyum

 

Dan akhirnya q menyalakan motor, bruuum.. melanjutkan perjalanan menuju kota malang. D jalan sudah berfikir macam2 u/ berusaha mengembangkan usaha tahu kuning milik Ibu td mulai dari pengecekan keamanan pangan, membuat kemasan + nutrition fact., sampai mendaftarkan ke LPPOM MUI untuk mendapatkan sertifikat HALAL. Jarang, orang Cina muslim di Kediri. Makanya q tertarik buat mengembangkannya.....................

 

Selesai

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :