Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Menu Makanan untuk Penderita Diabetes

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 12 October 2012
di Ilmu Pangan - 6 komentar

Jumlah makanan yang boleh dikonsumsi dalam sehari ditentukan oleh seberapa besar kebutuhan energi tubuh. Kebutuhan energi setiap orang berbeda, tergantung dari usia, jenis kelamin, aktifitas sehari-hari dan juga kondisi atau kebutuhan khusus seperti penyandang diabetes (diabetes). Perlu ditekankan bagi biabetesi agar makan dalam porsi kecil tetapi sering. Tujuannya agar asupan makanan tidak secara drastic meningkatkan kadar gula darah. Sementara pada saat tenggang waktu antara, juga tidak terjadi penurunan kadar gula darah yang drastis. Dengan demikian, kestabilan kadar gula darah tetap terjaga.

Jenis makanan yang baik bagi penderita diabetes yaitu yang mempunyai indeks glikemik rendah. Hal ini disebabkan makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah tidak langsung dikonversi menjadi gula darah. Hal ini berbeda dengan makanan yang mempunyai indeks glikemik tinggi, dimana makanan ini sangat mudah dan cepat terurai menjadi gula lalu dengan cepat akan menaikkan gula darah. Yang dianjurkan adalah makanan yang mempunyai IG rendah, dimana pelepasan gula dalam darah berlangsung pelan dan bertahap, sehingga dapat membantu menjaga fluktuasi (naik/ turunnya) kadar gula darah penyandang diabetes.

Pada dasarnya anjuran makan bagi penyandang diabetes sama dengan anjuran makan sehat untuk siapa pun. Boleh menyantap apa saja, asal dibatasi oleh Prinsip 3J, yakni : jadwal makan, jumlah makanan, dan jenis makanan. Tujuan utamanya adalah mencapai dan mempertahankan kadar gula darah dan lemak darah pada tingkat normal sehingga penyakit diabetes tidak berkelanjutan dan akhirnya menyebabkan komplikasi.

Merancang Menu Diabetesi

  1. Waktu dan Porsi Makan

Jadwal dan porsi makan penyandang diabetes perlu diperhatikan. Bukan saja untuk menjaga berat badan, tapi juga menjaga kadar gula darah yang stabil dari satu waktu makan ke waktu makan berikutnya, dari hari ke hari. Porsi kecil dan jadwal teratur telah terbukti membantu memperbaiki kadar gula darah, termasuk keharusan menyantap makanan selingan.

  1. Mengukur Bahan Makanan

Jumlah dan jenis bahan makanan yang boleh disantap diabetes perlu terukur, namun ini bukan belenggu yang menyiksa. Pada awalnya, sebaiknya sebuah timbangan (kalau ada jenis digital) harus tersedia, untuk menakar bahan makanan sesuai anjuran dokter/ ahli diet. Tapi selang beberapa waktu, dengan makin terbiasa, kita tidak akan memerlukannya lagi.

  1. Memilih Bahan Makanan yang Baik

Kita tahu bahan makanan apa saja yang menguntungkan penyandang diabetes, dan apa saja yang sebaiknya dihindari.

  1. Mengolah Hidangan

Hal ini memang merepotkan, terutama jika diabetes tinggal dan dirawat oleh anggota keluarganya. Dalam hal yang satu ini harus bersikap cerdik. Contohnya ketika harus membatasi pemakaian minyak goring, lemak hewani, santan, gula, dan garam.

  1. Perencanaan Menu

Terbatasnya variasi bahan makanan, padu-padan menu yang kurang tepat, bisa menurunkan semangat diabetes dalam menjalani diet/ pengaturan makanan. Di sinilah letaknya tunntutan agar penyandang diabetes, atau siapa pun yang merawatnya, bersedia meluangkan waktu untuk menyusun perencanaan menu.

Presentasi kalori untuk setiap kali waktu makan (dihitung dari total kalori untuk kebutuhan sehari) bagi penyandang diabetes adalah :

20%

Untuk makan pagi/ sarapan

10%

Untuk makan selingan I (pagi)

30%

Untuk makan siang

10%

Untuk makan selingan II (sore)

20%

Untuk makan malam

10%

Untuk makan selingan III (malam)

Pada dasarnya penyandang diabetes boleh menyantap semua jenis bahan makanan penghasil energy, asalkan jumlahnya seimbang, sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dari keseluruhan kebutuhan kalori sehari, untuk setiap kali makan penyandang diabetes dianjurkan mengonsumsi :

Karbohidrat

50-60%

Protein

10-15%

Lemak

<30%

Sayur dan Buah (sumber vitamin dan mineral)

Secukupnya

Serat

Secukupnya

 

Pola Pikir Praktis

Siapapun pasti enggan memasak hanya untuk satu orang. Dan siapapun pasti menolak jika setiap hari harus mengolah aneka jenis hidangan (kecuali catering). Oleh karena itu alangkah baiknya bila penyandang diabetes bersedia menerima kenyataan tersebut, lalu bersikap kooperatif dan praktis.

  • Untuk sarapan/ makan pagi, jika terbiasa makan nasi, perbanyaklah memasak hidangan makan malam, agar dapat menyisihkan jatah untuk sarapan. Sedangkan roti tawar bersama pelengkapnya yang siap beli dan tahan disimpan, sebenarnya merupakan menu sarapan yang paling praktis. Sedangkan untuk hidangan sayuran, pilih jenis yang tidak perlu dimasak seperti mentimun, tomat, dan bermacam jenis daun selada.
  • Buah-buahan juga merupakan pilihan kudapan yang baik dan praktis, termasuk umbi-umbian kukus/ rebus (ubi dan singkong, juga pisang rebus). Minuman bebas lemak dan gula seperti kopi susu, susu cokelat, sirup dengan berbagai cita rasa, juga kue kering diabetes siap beli pun nikmat dan praktis, meski kurang ekonomis. Untuk mengatasi rasa bosan, sesekali makanan selingan dapat dibuat sendiri (tapi biasanya kurang dinikmati bagi mereka yang sehat). Kendalanya, seringkali makanan menjadi mubazir, karena sulit dibuat dalam porsi yang minim. Di sinilah kita harus pandai berkreasi. Contohnya, satu sisir pisang kapok yang terdiri dari ±20 buah pisang, 2-4 buah untuk dikukus/direbus, selebihnya dapat diolah menjadi Kue Kaca Mata, Pisang Panggang, atau Nagasari. Begitu pula dengan sebungkus agar-agar, sebagian dibuat dengan buah nanas, sisanya sebagai Puding Agar-Agar Cokelat. Artinya selama 2-3 hari, penyandang diabetes akan menikmati 2-3 jenis makaanan selingan yang berbeda.
  • Akan merepootkan bila tiap hari harus menyajikan lebih dari 2-3 macam lauk untuk makan siang dan malam. Idealnya jenis lauk untuk makan siang sama dengan lauk untuk makan malam. Bahkan, kalau perlu, bahan diperbanyak supaya dapat diperoleh jatah makan pagi. Selanjutnya, mengingat konsep pengaturan makan (diet) penyandang diabetes membolehkan menyantap apa saja sepanjang tidak melebihi porsi kalori yang disarankan, sisihkan dulu atah masakan yang aman untuk diabetes (sedikit gula-garam-lemak/ minyak goring). Lalu sesuaikan selebihnya dengan selera mereka yang bukan diabetes. Lain halnya jika penyandang diabetes memasak untuk dirinya sendiri (Praptini, 2011).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Praptini, P.E. 2011. Menu 30 Hari dan Resep untuk Diabetesi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

6 Komentar

angela putri.k.

pada : 13 July 2013


"Ooooooh di kirain aku yang penderita diabetes ngak boleh makan umbi-umbian "


Arya Ulilalbab

pada : 22 July 2013


"Gpp Mbak, bisa jadi malah bagus karena banyak umbi-umbian yg mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dari nasi. indeks glikemik rendah, proses konversi karbohidrat menjadi gula sederhana lebih lama, jadi pasokan gula ke darah tidak langsung banyak, insulin jd bs bekerja secara optimal. Contoh umbi yg baik u/ penderita diabet = umbi suweg"


wulandari

pada : 10 August 2013


"ibu saya terkena penyakit darah tinggi...apa boleh ibu saya mengkonsumsi outmeal....??"


windi

pada : 22 September 2013


"Suami saya kadang bermasalah dgn menu kadang setelah makan mlm gl nya bisa naik drastis..kira2 menu apa u makan mlm yg pas .. kemudian u bisa menaikkan berat badan juga terimakasih"


Arya Ulilalbab

pada : 26 September 2013


"Boleh, tidak masalah mengkonsumsi outmeal. Sebaiknya susu yg digunakan untuk mencampur outmeal yang low fat/ rendah lemak

Untuk sumber protein, disarankan telur dan ikan air tawar. Hindari sumber protein dr mamalia/ hewan yg menyusui.

Hindari konsumsi garam dan lemak/ minyak dari hewan yg terlalu banyak.

Mentimun & buah belimbing, bagus buat camilan segar

Herbal : bisa mengkonsumsi minyak jintan hitam dlm kapsul sesuai anjuran"


Arya Ulilalbab

pada : 26 September 2013


"Ibu Windy

Menu makan malam u/ penderita DM :
Kl nasi, usahakan nasi merah/ nasi hitam. Bisa juga campuran antara nasi putih dengan tumbukan jagung dengan perbandingan 1 (nasi) : 5 (jagung). Dilain waktu, nasi bs diganti dengan kentang supaya lebih variasi sumber karbohidratnya. Sesekali bisa juga umbi suweg, sebagai sumber karbohidrat sewaktu makan. Ini tidak terbatas pada makan malam saja, lebih baik makan pagi, siang dan malam menggunakan sumber karbohidrat di atas.

Untuk sumber pemanis, bs menggunakan gula stevia (yg rendah kalori).

Herbal : konsumsi minyak jintan hitam sesuai anjuran yg ada di kemasan.

Kalau boleh tahu : usia, berat badan, dan tinggi badan Suami Ibu berapa?

Untuk diet yg dapat menaikkan berat badan, saya perlu tahu riwayat penyakit lain. Apakah Suami Ibu pny riwayat penyakit kolesterol, asam urat, dan darah tinggi??

Terimakasih telah berkunjung di blog ini :) . Semoga bermanfaat..."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :