Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Rosella

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 15 October 2012
di Ilmu Pangan - 0 komentar

Rosella berasal dari wilayah India sampai Malaysia, dimana tanaman ini dibudidayakan dan mulai dibudidayakan pula di Afrika. Tanaman ini telah menyebar secara luas di wilayah subtropis dan di berbagai wilayah India Barat dan Amerika Tengah (Morton,1999).

Klasifikasi Rosella adalah sebagai berikut    :

Divisio             : Spermatophyta

Kelas              : Angiospermae

Subkelas         : Dikotil

Ordo              : Malvales

Genus            : Hibiscus

Spesies          : Hibiscus sabdarifa

Rosella dapat dibudidayakan dengan biji ataupun juga dapat dengan cangkok, dengan ketinggian tanaman mencapai 3-5 meter (Som, 2003). Berbunga setelah umur40-60 hari ditanam. Bunga akan keluar setiap ketiak daun dan berwarna kuning cerah dan ungu dengan 5 kelopak. Sedangkan buahnya berwarna merah gelap dan akan matang pada umur  35 hari setalah bunga lepas, ukurannya 4-5 cm. Menurut Morton (1999), rosella sangat sensitif pada suhu beku dan dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis dan subtropis yang berada pada ketinggian diatas 900 m dari air laut dengan curah hujan sekitar 182 cm selama masa pertumbuhan. Jika curah hujan kurang, maka dapat dilakukan irigasi karena juga akan memberikan hasil yang baik. Terdapat dua macam warna, yakni merah dan ungu, dimana semakin tinggi intensitas warnanya, maka semakin tinggi kadar antioksidannya. Hal ini berarti bahwa kandungan antioksidan pada rosella ungu lebih besar daripada rosella merah.

Bagian rosella yang dapat diproses untuk makanan adalah kelopak bunga yang disebut kaliks (Som, 2003). Kaliks mengandung vitamin C,D,B1,dan B2. Kaliks juga mengandung 13% campuran asam malat dan asam sitratserta antosinin dan 0,004-0,0055 asam askorbat. Antosianin dipercaya sebagai salah satu pencegah munculnya penyakit diusia lanjut seperti kanker dan serangan jantung.

Som (2003) menyatakan bunga kering rosella mengandung 13% campuran dari asam sitrat dan asam malat serta asam – asam buah yang lain. Hasil analisa mendapati kandungan pewarna antosianin sebanyak 1,48 g/100 gram bunga kering. Berikut kandungan nutrisi rosella yang disajikan dalam Tabel 1.

 

 Tabel 1. Kandungan Kelopak Rosella Segar per 100 gram

Kandungan

Jumlah

Kadar air (g)

Protein (g)

Lemak (g)

Total karbohidrat (g)

Serat (g)

Abu (g)

Kalsium(mg)

Phosporus (mg)

Besi (mg)

Karoten (mg)

Thiamin (mg)

Riboflavin (mg)

Niacin (mg)

Asam askorbat (mg)

13,2

1,145

2,61

12,3

12,0

6,90

1,263

273,2

8,98

0,029

0,0117

0,277

3,765

6,7

    Sumber: Morton (1999)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Morton, J. F. 1999. Roselle Hibiscus sabdariffa L. http://www.transgenica.com/ database/h/hibiscus.htm. [1 Oktober 2009]

Som. Fandah Mohd. 2003. Roselle Bunga yang Enak Dimakan. Pusat Teknologi Makanan. Mardi Serdang

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :