Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Antosianin

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 15 October 2012
di Ilmu Pangan - 0 komentar

Antosianin telah dikonsumsi secara luas, suatu studi di Italia menyebutkan konsumsi per hari dari antosianin berkisar antara 25 – 215 mg tiap orang bergantung jenis kelamin dan usia, dimana dosis yang tinggi dapat mengurangi efek farmakologis. Antosianin dari Hibiscus sabdariffa (Malvaceae) telah digunakan secara efektif pada obat kedokteran untuk melawan hipertensi, dan gangguan hati. Dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman ringan, yang mengandung pigmen Hibiscus dimana pada dosis rendah (50 mg/kg) menunjukkan aktifitas antioksidan pada sebuah studi (Vargas and Lopez, 2003).

Antosianin menghasilkan kisaran warna dari merah sampai biru yang banyak terdapat pada bunga dan buah, meskipun ada juga yang terdapat pada daun serta bagian lain tanaman. Umumnya konsentrasi antosianin pada buah dan sayur antara 0,1 sampai 1 % berat kering. Antosianin adalah pigmen yang larut air berada pada lapisan epidermal buah dengan lapisan mesofil pada daun (Winarno, 2004).

Zat warna antosianin tersusun oleh sebuah aglikon yang berupa antosianin yang tersterefikasi dengan molekul gula, bisa satu atau lebih. Gula yang sering ditemui adalah glukosa, rhamosa, galaktosa, xilosa dan arabinosa (Tranggono, dkk, 1990)

Beberapa antosianin berwarna merah dalam larutan asam, ungu dalam larutan netral dan biru dalam larutan alkali. Kebanyakan antosianin sangat berwarna pada pH < 4 (Vargas and Lopez, 2003)

Aktivitas biologi dari antosianin berhubungan kuat dengan aktivitas antioksidan, menjaga oksidasi asam askorbat, membentengi dari radikal bebas sehingga mengurangi resiko kanker dan penyakit hati (Vargaz and Lopez, 2003). Warna dari pigmen juga dipengaruhi oleh banyaknya hidroksil dan metoksil, jika hidroksil lebih banyak maka warna akan meningkat menjadi biru sedangkan jika metoksil lebih banyak maka warna merah akan meningkat (Vargaz and Lopez, 2003).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tranggono, S., Sutardi, Haryadi, Suparno, A., Murdiyati, S., Sudarmadji, K., Rahayu, S., Naruki, M., dan Astuti. 1990. Bahan Tambahan Makanan (Food Additive). Pusat Antar Universitas Pangan Dan gizi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Vargaz, F. D. and Lopez, O.P., 2003. Natural Colorants for Food and Nutraceutial Uses. CRC Press. USA

Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia. Jakarta. Hal. 24 – 26.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :