Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Radikal Bebas

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 15 October 2012
di Kesehatan - 0 komentar

Dalam dunia kedokteran, pengertian oksidan dan radikal bebas sering dibaurkan. Hal ini disebabkan karena keduanya memiliki sifat yang mirip. Aktifitas kedua senyawa ini sering menghasilkan akibat yang sama walaupun prosesnya berbeda (Tjokroprawiro, 1993). Namun, dipandang dari sudut ilmu kimia, keduanya haruslah dibedakan (Suryohudoyo, 1997). Dalam ilmu kimia, oksidan berarti senyawa penerima elektron (electron acceptor) atau senyawa yang dapat menarik elektron (Tjokroprawiro, 1993). Contohnya adalah ion ferri:

Fe3+ + e-   menjadi  Fe2+

Gambar 1. Reaksi Oksidasi

 

Secara lengkap, radikal bebas dapat diartikan sebagai salah satu produk reaksi kimia dalam tubuh yang sangat reaktif dan mengandung elektron tak berpasangan (unpaired electron) di orbital luarnya sehingga sebagian besar bersifat tidak stabil (Widodo, 1997).

Reaksi radikal bebas adalah suatu reaksi yang bertahap. Secara keseluruhan reaksi tersebut dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama adalah tahap inisiasi. Pada tahap ini terjadi pembentukan radikal bebas melalui reaksi oksidasi/reduksi dan homolitic fission. Setelah itu, reaksi berlanjut ke tahap propagasi (reaksi rantai) melalui abstraksi satu atom hidrogen. Selanjutnya akan terjadi terminasi yang menghasilkan radikal bebas yang kurang reaktif (stabil) sehingga reaksi terhenti (terminasi). Jika radikal bebas bebas bereaksi dengan molekul yang bukan radikal, maka radikal akan memberikan elektron tak berpasangan yang dimilikinya atau justru mengambil elektron dari molekul dari molekul non radikal, sehingga dapat berakibat terjadinya reaksi rantai yang panjang dan menyebabkan efek biologis yang jauh dari tempat asal pembentukan radikal bebas tersebut (Halliwel, 1991).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Halliwel. 1991. Reactive Oxygen Species in Living Systems: Source, Biochemistry, and Role in Human Disease. Cahners Publishing Company. The American Jornal Medicine

Suryohudoyo, P. 1997. Oksidan dan Antioksidan pada Diabetes Melitus. Di dalam Tjokroprawiro, A. et al. Proceedings of The Third Surabaya Diabetes Up Date. Surabaya.

Tjokroprawiro, A. 1997. Diabetes Up Date 1997A. In Tjokroprawiro, A. et al. Proceedings of The Third Surabaya Diabetes Up Date. Surabaya.

Widodo, M.A. 1997. Xenobiotik dan Radikal Bebas pada Patogenesa Penyakit Paru. Di dalam Soeatmaji J.W. et. al. Proceedings Simposium Radikal Bebas dan Patogenesa Penyakit. FK Unibraw. Malang

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :