Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Efek Asap Rokok

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 15 October 2012
di Kesehatan - 0 komentar

Asap rokok memiliki beberapa efek patologi yang mana dapat meningkatkan kerentanan epitel saluran pernapasan terhadap efek karsinogen dari asap rokok (Amin, 1996). Pada orang yang tidak merokok, kadar karbon monoksida (CO) yang terikat dengan hemoglobin dalam bentuk COHb hanya sebesar 0,5%. Tetapi pada perokok, kadar COHb dapat mencapai 4% bahkan lebih. Pada kadar COHb diatas 10% akan terjadi gejaa awal keracunan CO yaitu sakit kepala dan pusing. Sedangkan pada kadar COHb sebesar 20% akan terjadi sakit kepala, kehilangan kontrol motorik, sampai koma (Elias et al. 1998).

Disamping efek mematikan dari CO,  nitrogen dioksida (NO₂) yang terkandung di dalam asp rokok juga memiliki efek terhadap kesehatan yang cukup membahayakan. NO₂ yang terhirup diduga dapat bereaksi dengan cairan paru sehingga terbentuk asam nitrat (HNO₂). Pada konsentrasi tinggi, NO₂ menyebabkan injury paru yang hebat, edema paru, dan bronchopneumonia. Sedangkan pada konsentrasi rendah, NO₂ dapat menyebabkan bronchitis, broncheolitis, dan pneumonia. Paparan terhadap NO₂ dapat mempengaruhi sistem pertahanan paru dengan mempengaruhi imucocilliary clearance, makrofag alveolar, dan sistem imun. Selain itu, NO₂ dapat meningkatkan resiko infeksi, serangan asma, penyakit paru obstruktif menahun (PPOM), serta peradangan traktus respiratorius yang dapat mengganggu fungsi normal dari paru.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amin Z, Suwindo A. 1996. Tumor Paru, Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. P. 745-752

Elias, Jack A., et al. 1998. Fahman’s Pulmonary Diseases and Disorders. Vol 1. 3rd edition. P. 941-953. USA: McGraw-Hill 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :