Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Rekomendasi Ahli Gizi : Makanan Tinggi Serat

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 15 October 2012
di Gizi - 0 komentar

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi (kalori) selain protein dan lemak. Karbohidrat bermanfaat bagi tubuh apabila jumlahnya sesuai kecukupan. Karbohidrat merupakan komponen terbesar dalam pembentuk energi yang telah ditetapkan oleh para ahli gizi. Konsumsi karbohidrat sebagai penyusun energi yaitu antara 65-75%, konsumsi lemak antara 15-25%, dan konsumsi protein antara 15-30%. Dari komposisi tersebut jelas terlihat bahwa karbohidrat merupakan komponen terbesar. Karbohidrat juga mudah dirombak menjadi karbohidrat sederhana dengan bantuan enzim amilase, selanjutnya karbohidrat sederhana (glukosa) diserap tubuh dan masuk ke dalam aliran darah (gula darah). Dengan bantuan hormon insulin, maka gula darah akan dirubah menjadi energi yang diperlukan untuk kecukupan energi basal dan expenditure.

Makanan kaya (tinggi) serat dapat melancarkan sistem pencernaan, terutama pada sistem pembuangan yang ada pada kolon. Hal ini dikarenakan serat dapat membuat “massa”, sehingga kotoran yang ada di usus besar dapat segera dikeluarkan. Dengan siklus pembuangan sisa pencernaan yang normal (rutin), maka kemungkinan terserang penyakit pencernaan semakin kecil. Sisa pencernaan yang ada di usus mengandung bakteri E. coli dan kemungkinan ada bakteri patogen lain serta senyawa-senyawa beracun yang mempunyai intensitas bergesekan dengan usus besar lebih lama apabila tidak segera dikeluarkan. Apabila jumlahnya menumpuk, maka hal tersebut dapat menyebabkan penyakit pada saluran pencernaan akhir (contohnya seperti kanker kolon).

Serat juga berfungsi untuk memperlambat proses penyerapan karbohidrat, sehingga seseorang bisa merasakan kenyang lebih lama/ menunda rasa lapar. Hal ini juga baik bagi penderita diabetes, dimana karbohidrat lebih lama dirombak menjadi gula sederhana karena adanya serat sehingga proses pembentukan gula sederhana terjadi secara bertahap. Selain itu, serat dapat menyerap kolesterol jahat dan akhirnya dibuang melalui kolon sehingga kolesterol jahat tidak sampai dimetabolisme dalam tubuh. Kolesterol jahat (LDL) dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :