Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Mengapa Makanan Tinggi Protein Lebih Mahal?

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 15 October 2012
di Gizi - 0 komentar

Karena makanan sumber protein jumlahnya (ketersediaan) lebih sedikit dibandingkan makanan tinggi karbohidrat ataupun lemak. Tingkat kebutuhan/ permintaan protein juga tinggi. Protein lebih disukai karena mempunyai banyak efek positif (zat pembangun), sedangkan efek negatifnya bagi tubuh sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi lemak dan karbohidrat secara umum. Karbohidrat apabila jumlahnya tidak sesuai maka dapat menyebabkan resiko diabetes meningkat. Begitu juga dengan lemak (kolesterol jahat/ LDL), dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler, contohnya seperti penyakit kolesterol dan penyempitan pembuluh darah.

Proses pengolahan protein lebih sulit dibandingan dengan zat gizi makro lain. Hal ini dikarenakan makanan dengan kandungan protein yang tinggi mudah terkontaminasi mikroorganisme patogen sehingga cepat mengalami pembusukan. Untuk mendapatkan kualitas produk makanan tinggi protein yang sesuai standard, maka perlu proses pengolahan yang tepat. Protein dapat mengalami proses denaturasi apabila proses pengolahan tidak sesuai standard. Apabila diolah pada suhu yang tinggi dalam waktu yang tidak sesuai (terlalu lama) maka protein akan mengalami denaturasi. Apabila protein terdenaturasi, maka daya cerna protein menjadi lebih rendah. Perlu proses yang tepat untuk memperoleh produk makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Contoh produk makanan tinggi protein yaitu sosis, daging kaleng, ikan kaleng, dan susu dalam kemasan.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :