Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 16 October 2012
di Kesehatan - 0 komentar

Kesehatan dan Keselamatan Kerja diperlukan disegala lini kehidupan karena ilmu ini dapat diterapkan untuk mencegah gangguan kesehatan serta dapat melindungi diri dari berbagai faktor resiko berbahaya dalam suatu aktivitas sehingga diharapkan seseorang dapat lebih optimal dalam menyelesaikan suatu aktivitas dengan kondisi tetap sehat dan selamat. Apabila seseorang dalam kondisi sehat, maka suatu aktivitas dapat terlaksana dengan baik dengan hasil yang lebih memuaskan. Kesehatan dan keselamatan kerja diperlukan karena dalam setiap aktivitas pasti ada suatu resiko kecelakaan.

Kesehatan dan keselamatan kerja bisa diterapkan dalam berbagai lini kehidupan mulai dari skala rumah tangga sampai skala industri. Di negara-negara maju, kesehatan dan keselamatan kerja selalu menjadi isu penting yang telah dimasukkan ke dalam undang-undang ataupun aturan-aturan yang mengikat. Pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran kerja pun secara konsisten menjalankan aturan yang telah diterapkan dengan penuh kesadaran. Sementara itu, di negara-negara berkembang isu kesehatan dan keselamatan kerja masih menjadi hal yang kurang diperhatikan. Walaupun Indonesia telah memiliki undang-undang tentang keselamatan kerja, namun pelaksanaannya belum menjadi prioritas yang kadang-kadang diabaikan pekerja bahkan oleh perusahaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan pemberitaan dari surat kabar Pos Kota News (2012), Angka kecelakaan kerja lima tahun terakhir cenderung naik.  Pada 2011 terdapat 99.491 kasus atau rata-rata 414 kasus kecelakaan kerja per hari, sedangkan tahun sebelumnya  hanya 98.711 kasus kecelakaan kerja, 2009  terdapat 96.314 kasus, 2008 terdapat 94.736 kasus, dan 2007 terdapat 83.714 kasus. Masih tingginya kasus kecelakaan kerja ini disebabkan karena belum optimalnya tingkat pemahaman dan kesadaran akan kesehatan dan keselamatan kerja baik di kalangan pelaku usaha maupun pekerja sendiri.

Ada tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja. Bila ketiga komponen tersebut serasi maka dapat tercapailah suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktivitas. Sebaliknya bila terdapat ketidakserasian dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja.

 

1.      Kapasitas Kerja

Status kesehatan masyarakat pekerja di Indonesia pada umumnya belum memuaskan. Dari beberapa hasil penelitian didapat gambaran bahwa 30-40% masyarakat pekerja kurang kalori protein, 30% menderita anemia gizi dan 35% kekurangan zat besi tanpa anemia. Kondisi kesehatan seperti ini tidak memungkinkan bagi para pekerja untuk bekerja dengan produktivitas yang optimal.

 

2.      Beban Kerja

Pola kerja yang berubah-ubah dapat menyebabkan kelelahan yang meningkat, akibat terjadinya perubahan pada bioritmik (irama tubuh). Faktor lain yang turut memperberat beban kerja antara lain tingkat gaji dan jaminan sosial bagi pekerja yang masih relatif rendah, yang berdampak pekerja terpaksa melakukan kerja tambahan secara berlebihan. Beban psikis ini dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres.

 

3.      Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja bila tidak memenuhi persyaratan dapat mempengaruhi kesehatan kerja dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja (occupational accident), penyakit akibat kerja dan penyakit akibat hubungan kerja (occupational disease & work related diseases).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tri. 2012. Angka Kecelakaan Kerja Lima Tahun Terakhir Cenderung Naik. Pos Kota News: Jakarta. http://www.poskotanews.com/2012/06/01/angka-kecelakaan-kerja-lima-tahun-terahir-cendrung-naik/, diakses tanggal 23 September 2012

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :