Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Kedelai

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 16 October 2012
di Hewan dan Tumbuhan - 0 komentar

Kedelai termasuk polong-polongan tinggi protein dan merupakan komoditas ketiga terbesar di Indonesia setelah padi dan jagung. Di Indonesia, kedelai umumnya dikonsumsi dalam bentuk pangan olahan seperti : tahu, tempe, kecap, tauco, susu kedelai, dan berbagai bentuk makanan ringan (Damardjati dkk, 2005). Kedelai tidak hanya digunakan sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai pangan fungsional yang dapat mencegah timbulnya penyakit degenerative (Ginting, 2008). Menurut Rukmana (1996), taksonomi kedelai sebagai berikut :

Kingdom           : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Sub-divisi         : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledonae

Ordo                : Polypetales

Famili               : Legumenosae (Papilionaceae)

Sub-famili         : Papilionoideae

Genus              : Glycine

Species            : Glycine max (L.), Merill, Glycine soja (L.)

 

Tabel 1. Kandungan Gizi Kedelai

Komponen

Nilai

Satuan

Energi

442

Kal

Air

7,5

gr

Protein

34,9

gr

Lemak

18,1

gr

Karbohidrat

34,8

gr

Mineral

4,7

gr

Kalsium

227

mg

Fosfor

585

mg

Zat besi

8

mg

Vitamin A

33

mcg

Vitamin B

1,07

mg

Sumber : Rukmana, dkk (1996)

 

Kandungan minyak dan komposisi asam lemak dalam kedelai dipengaruhi oleh varietas dan iklim tempat tumbuh. Lemak kasar dari trigliserida sebesar 90-95%, sedangkan sisanya adalah fosfolipid, asam lemak bebas, sterol dan tokoferol (Semon, et al., 2006). Dalam miyak kedelai terdapat fosfolipid yang terdiri dari sekitar 2% lesitin dan sefalin yang digunakan sebagai bahan pengemulsi dalam industri makanan. Kedelai mengandung sekitar 18-20% lemak dan 25% dari jumlah tersebut terdiri dari asam lemak tak jenuh yang berasal dari kolesterol. Disamping itu dalam lemak kedelai terkandung beberapa fosfolipida penting yaitu lesitin, sefalin, lipositol (Santoso, 2005).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Darmadjati, D. S., Marwoto, D.  K. S. Swastika, D. M. Arsyad dan Y. Hilman. 2005. Prospek dan Pengembangan Agribisnis Kedelai. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.

Ginting, E. 2008. Mutu Kedelai Nasional Lebih Baik Daripada Kedelai Impor. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol. 30 No. 1 2008

Rukmana, S.K dan Y. Yuniarsih. 1996. Kedelai, Budidaya Pasca Panen. Penerbit Kanisius. Yogyakarta

Semon, M., Patterson, M., Wyborney, P., Blumfield, A., and Tagent, A. 2006. Soybean Oil. http://www.wsu.edu/soybean1.html. Diakses tanggal 22 Mei 2011

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :