Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Ekstraksi Fosfolipid Kedelai

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 16 October 2012
di Ilmu Pangan - 0 komentar

Minyak kedelai mentah mengandung rata-rata 1,8% kisaran (1,2 - 3,2%) senyawa terhidrasi, terutama fosfolipid yaitu lesitin (Zeisel, 2004). Proses degumming merupakan proses pemurnian untuk menghilangkan fosfatida (fosfolipid) dan senyawa berlendir (gum) lainnya dari minyak. Prinsip degumming adalah hidrasi fosfatida dan komponen pengotor berlendir. Pada proses hidrasi, fosfatida menjadi tidak larut dalam minyak, adanya fosfatida dalam minyak menyebabkan minyak berubah warna menjadi coklat ketika dipanaskan (Estiasih, 2009). Walaupun pada minyak hanya mengandung 0,3-0,25% fosfolipid, tetapi komponen tersebut harus dihilangkan untuk menstabilkan minyak dalam hal oksidasi dan menghindari off-flavor. Proses degumming juga digunakan untuk mereduksi berkurangnya minyak pada fase pemurnian berikutnya dan membantu mengurangi pencoklatan pada minyak saat proses deodorisasi menggunakan temperatur tinggi (Vikbjerg, 2006)

Proses degumming yang digunakan dalam penelitian ini yaitu water degumming. Proses degumming dilakukan dengan menambahkan air 3% dari berat minyak kedelai mentah. Suhu yang digunakan dalam proses degumming sekitar 60°C. Pengadukan dilakukan selama 30 menit. Setelah proses hidrasi selesai, fosfatida yang terbentuk dipisahkan dari minyak dengan menggunakan sentrifugasi. Setelah itu diambil lesitin yang berada diantara minyak dan air. Lesitin yang dihasilkan dihilangkan minyaknya dengan menggunakan pelarut aseton (Szhuhaj, 2005).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Estiasih, T. 2009. Minyak Ikan Teknologi dan Penerapannya untuk Pangan dan Kesehatan. Graha Ilmu. Yogyakarta

Szuhaj, B.F. 2005. Lecithins. Szuhaj & Associates LLC Fort Wayne. Indiana

Vikbjerg, A.F., Rusig, J.Y., Jonsson, G., Mu, H., and Xu, X. 2006a. Comparative Evaluation of The Emulsifying Properties of Phosphatidylcholine after Enzymatic Acyl Modification. J. Agric Food Chem., 54: 3310-3316

Zeisel S.H. 2004. Nutritional Importance of Choline for Brain Development. J Am Coll Nutr; 23:261S-626S.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :