Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Asam Lemak Omega-3 Minyak Ikan

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 16 October 2012
di Gizi - 0 komentar

Asam lemak omega-3 merupakan rantai hidrokarbon dengan sebuah gugus karboksil pada satu ujungnnya dan satu gugus metil pada ujung yang lain, asam lemak pada bahan makanan biasanya tersedia dalam bentuk ikatan ester dengan alkohol gliserol yang sebagian besar triasilgliserol. Triasilgliserol merupakan ester dari alkolhol gliserol dengan tiga molekul asam lemak (Scrimgeeour, 2005).

Asam lemak omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid, PUFA) yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Asam lemak omega-3 memiliki ikatan rangkap pertama pada atom C nomor 3 dihitung dari ujung gugus metil (CH3) dari molekul asam lemak. Termasuk dalam kelompok asam lemak omega-3 adalah asam α-linoleat (ALA) (18:3 ω-3), asam stearidonay (18:4 ω-3), asam eikosatetraenoat (20:4 ω-3), asam eikosapentanoat (EPA (20:5 ω-3), dokosapentaenoat (22:5 ω-3) dan asam dokosaheksanoat (DHA) (22:6 ω-3) (Drevon, 1993).

Guerrero (2001) mengemukakan bahwa produsen utama asam lemak omega-3 sebenarnya bukan ikan, melainkan mikroorganisme laut yang merupakan phytoplankton. Mikroorganisme tersebut disamping mensintesa asam lemak omega-3 juga dapat mensintesa asam lemak omega-6.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Drevon, C.A. 1993. Souerce, Chemistry and Biochemistry of Dietary Lipids. In Drevon, C.A., I. Baksaas, dan H.E Krokan (Eds). Omega-3 fatty Acids : Metabolism and Biological Effect. Birkhauser Verlag Basel. Swtzerland.

Guerrero, G and Belarbi, E.H. 2001. Purification Process for Cod Liver Oil Polyunsaturated fatty Acidds. JAOCS. Vol. 78. No. 5. AOCS Press

Scrimgeour, C. 2005. Chemistry of Fatty Acids. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products 6 cd. John Willey & Sons, Inc. Scotland

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :