Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Sintesis Fosfolipid Terstruktur secara Enzimatis

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 17 October 2012
di Teknologi Enzim, Fisik dan Kimia - 0 komentar

Sintesis menunjukkan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada. Lipid terstruktur yang mengandung asam lemak omega-3 dari minyak ikan diperoleh dengan memodifikasi kimiawi dan enzimatis. Modifikasi ini dilakukan dengan lima cara, yaitu interesterifikasi, esterifikasi langsung, asidolisis, alkoholisis dan gliserolisis.

Dikarenakan keterbatasan penggunaan modifikasi kimia maka dilakukan modifikasi secara enzimatis. Metode enzimatis lebih menguntungkan dibandingkan metode kimiawi karena beberapa alasan, yaitu (Scrimgeour, 2005) :

  1. Lebih selektif dan spesifik sehingga dapat lebih akurat dalam strukturisasi asam lemak pada posisi (sn) tertentu dari trigliserida atau fosfolipid.
  2. Reaksi berlangsung pada suhu rendah.
  3. Produk hasil reaksi cenderung seragam (hasil samping sedikit)
  4. Proses lebih bersih dan ramah lingkungan.

Selama bertahun-tahun, penggunaan enzim untuk modifikasi lesitin secara komersil hanya diketahui dengan fosfolipase A2 dari pankreas porcine dengan proses hidrolisis parsial untuk menghasilkan lisofosfolipid. Tetapi, sejak akhir tahun 1980-an publikasi dan penerapan-penerapan yang telah dipatenkan berkenaan dengan enzim lain yang berperan pada fosfolipid dan reaksi-reaksi yang dapat dikatalisasi telah bermunculan (Vikbjerg, 2006).

Lipase sebagai katalis untuk reaksi esterifikasi dapat diperoleh dari mikrobia ataupun tanaman. Lipase Mucor miehei ternyata paling efisien mengubah trigliserida menjadi alkil ester dengan alkohol primer, sedangkan lipase dari Candida antartica paling efisien untuk transesterifikasi trigliserida dengan alkohol sekunder menghasilkan alkohol ester bercabang. Lipase ini juga terbukti efektif untuk transesterifikasi minyak nabati dan bahan baku lain yang mengandung asam lemak tinggi menjadi derivat alkil ester.

Reaksi petukaran asam lemak secara enzimatis dari gliserofosfolipid dapat melalui beberapa cara. Kemungkinan reaksi yang dapat dikatalis oleh lipase dan fosfolipase sebagai berikut (skema reaksi hanya diilustrasikan untuk reaksi yang dikatalis oleh lipase, namun reaksi serupa terjadi menggunakan fosfolipase A2 untuk pertukaran asam lemak pada posisi sn-2) (Vikbjerg, 2006).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Scrimgeour, C. 2005. Chemistry of Fatty Acids. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products 6 cd. John Willey & Sons, Inc. Scotland

Vikbjerg, A. F. 2006. Enzyme Catalyzed Production of Phospholipids with Modified Fatty Acids Profile. PhD Thesis. BioCentrum-DTU. Technical University of Denmark

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :