Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Enzim Lipase Rhizomucor Miehei

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 17 October 2012
di Teknologi Enzim, Fisik dan Kimia - 0 komentar

Lipase (triacylglyserol hydrolase, EC 3.1.1.3) merupakan anzim yang dapat menghidrolisis ikatan gliserol ester dan juga dapat mensintesis gliserol ester (Akoh dan Min, 1988). Menurut Schmid dan Verger, 1998; Wong, 1995; Svendsen et al., 1999 dalam Vikbjerg (2006) meskipun enzim lipase tersedia di alam namun hanya beberapa yang terdapat dalam jumlah besar untuk dapat dimanfaatkan dalam skala industri. Lipase yang berasal dari mikroba merupakan enzim yang paling sesuai digunakan untuk modifikasi fosfilipid pada posisi sn-1 karena dapat diperoleh secara komersial. Dengan menggunakan metode genetika, proses komersialisasi dapat dikembangkan dengan kultur mikroba rekombinan. Berdasarkan spesifitasnya, lipase dapat digolongkan menjadi tiga golongan (Weete, 1997 dalam Akoh dan Min, 1988), yaitu :

  1. Lipase non-spesifik, yaitu lipase yang spesifitasnya tidak tergantung pada posisi asil dalam molekul gliserol atau tidak spesifik terhadap komponen asam lemak tertentu dari substrat. Hidrolisis secara sempurna pada substrat menjadi gliserol dan asam lemak terjadi dengan lipae non-spesifik. Misalnya C. cilindraceae, C. rugusa, Corynebacterium acnes dan Staphyloccocus aureus.
  2. Lipase spesifik 1,3 yaitu lipase yang menyerang ikatan ester secara spesifik pada posisi sn-2 dan sn-3 dari substrat dengan campuran di monoasilgliserol pada produknya. Migrasi asil dapat terjadi selama reaksi yaitu asam lemak dari posisi sn-1 pindah ke posisi sn-2. Lipase spesifik 1,3 ini diantaranya berasal dari Aspergilus niger, Rhizomucor miehei, Rhizopus arrhizus dan Rhizopus delemer. Spesifitas lipase dapat berubah oleh kondisi lingkungan pada sistem yang akan mempengaruhi reaktivitas dengan gugus fungsional ataupun molekul substrat misalnya lipase dari Pseudomonas fragi diketahui spesifik 1,3 tetapi juga menghasilkan interesterifikasi acak yang mungkin disebabkan kondisi mikroemulsi lingkungan.
  3. Lipase spesifik asam lemak atau panjang rantai. Lipase dari G. candidum diketahui spesifik terhadap asam lemak rantai panjang yang memiliki ikatan rangkap bentuk cis pada posisi C-9, lipase C. rugosa spesifik untuk C 18:1. Cis-9 lipase Rhizomucor miehei spesifik untuk asam lemak rantai panjang, lipase Rhizopus arrhizus spesifik untuk C8 dan C10, lipase porcine pankreas spesifik untuk asam lemak yang relative pendek, sedangkan lipase P. camemberri hanya menghidrolisis mono-dan diasilgliserol.

Sintesis lipid terstruktur MCFA dan PUFA telah dilakukan dengan menggunakan enzim dari kapang Rhizomucor miehei yang dimobolisasi (IM60). Berdasarkan analisis 13C-NMR terhadap stereoselektivitas dari lipase Rhizomucor miehei amobil terhadap resin penukar ion, menunjukkan bahwa lipase bersifat stereoselektif yang sangat kuat pada posisi sn-1 dibandingkan dengan posisi sn-3 pada triasilgliserol. Selektivitas lipase ditentukan berdasarkan parameter medium reaksi, misalnya polaritas pelarut atau log P (koefisien hidrofobik-hidrofilik), aktivitas air (aw) dan medium imobilisasi (Adamezak, 2004).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adamezak, M. 2004. The Aplication of Lipases in Modifying The Composition, Structure, and Properties of Lipid-A Review. Polish J. Food and Nut Sci,. 13 (1):3-10

Akoh, C. C dan Min, D.B. 1988. Food Lipids : Chemistry, Nutrition, and Biotechnology. Marcel Dekker Inc. New York

Vikbjerg, A. F. 2006b. Enzyme Catalyzed Production of Phospholipids with Modified Fatty Acids Profile. PhD Thesis. BioCentrum-DTU. Technical University of Denmark

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :