Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Diabetes

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 17 October 2012
di Kesehatan - 0 komentar

Diabetes mellitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan ditandai satu keadaan yang biasanya disebut hiperglikemik. Hiperglikemik menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, syaraf, hati, dan saluran darah (Mayfield, 1998). Perlu ditekankan bagi diabetesi (penderita diabetes) agar makan dalam porsi kecil tetapi sering. Tujuannya agar asupan makanan tidak secara drastis meningkatkan kadar gula darah. Sementara pada saat tenggang waktu antara, juga tidak terjadi penurunan kadar gula darah yang drastis. Dengan demikian, kestabilan kadar gula darah tetap terjaga. Jenis makanan yang baik bagi penderita diabetes yaitu yang mempunyai indeks glikemik rendah. Hal ini disebabkan makanan yang mempunyai indeks glikemik (IG) rendah tidak langsung dikonversi menjadi gula darah. Hal ini berbeda dengan makanan yang mempunyai indeks glikemik tinggi, dimana makanan ini sangat mudah dan cepat terurai menjadi gula lalu dengan cepat akan menaikkan gula darah. Yang dianjurkan adalah makanan yang mempunyai IG rendah, dimana pelepasan gula dalam darah berlangsung pelan dan bertahap, sehingga dapat membantu menjaga fluktuasi (naik/ turunnya) kadar gula darah penyandang diabetes (Praptini, 2011).

Pada dasarnya anjuran makan bagi penyandang diabetes sama dengan anjuran makan sehat untuk siapa pun. Boleh menyantap apa saja, asal dibatasi oleh jadwal makan, jumlah makanan, dan jenis makanan. Tujuan utamanya adalah mencapai dan mempertahankan kadar gula darah dan lemak darah pada tingkat normal sehingga penyakit diabetes tidak berkelanjutan dan akhirnya menyebabkan komplikasi (Praptini, 2011). Sesuai klasifikasi WHO, disebut normal bila kadar glukosa plasma puasa <110 mg/ dl, glukosa plasma terganggu jika kadar glukosa puasa antara 110-125 mg/ dl, sedangkan toleransi glukosa terganggu adalah kadar glukosa darah sesudah pembebanan glukosa 75 g antara 140-199 mg/ dl. Disebut diabetes jika kadar gula darah puasa > 126 mg/ dl, atau bila kadar gula darah sesudah pembebanan glukosa 75 g> 200 mg/ dl (Merentek, 2006).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mayfield, Jennifer. 1998. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus : New Criteria. http.aafp.org/afp/981015ap. Tanggal akses 15 Desember 2011

Merentek, Enrico. 2006. Resistensi Insulin pada Diabetes Melitus Tipe 2. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/15_150_ResistensiInsulin.pdf/15_150_ResistensiInsulin.html. Tanggal akses 15 Desember 2011

Praptini, P.E. 2011. Menu 30 Hari dan Resep untuk Diabetesi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :