Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Komponen Sistem Halal

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 18 October 2012
di Umum - 0 komentar

Dalam system jaminan halal terdapat beberapa komponen yang mendukung penerapannya (Yaqin, 2008) yaitu :

a)    Kebijakan Halal

Kebijakan halal adalah kebijakan yang diambil perusahaan terkait dengan produksi halal apakah perusahaan hanya memproduksi bahan halal saja ataukah bahan lainnya. Pernyataan tertulis tentang komitmen untuk memproduksi halal secara konsisten. Kebijakan halal yang dibuat harus disosialisasikan, dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan yang masuk dalam area (Yaqin, 2008).

b)    Perencanaan

Dalam menyusun perencanaan SJH perusahaan harus menyatakan dan menjelaskan tujuan dan ruang lingkupnya, struktur organisasi manajemen halal, panduan halal, acuan teknis, system administrasi dan system dokumentasinya (Yaqin, 2008).

c)    Pelaksanaan dan Evaluasi

Pelaksanaan dan evaluasi SJH menurut Apriyantono (2002), berfungsi untuk mengetahui apakah system telah berjalan secara efektif dan perlu adanya evaluasi berupa audit internal, audit internal dilakukan secara berkala minimal 6 bulan sekali, sedangkan Audit internal incidental harus dilakukan ketika ada perubahan yang berpengaruh pada status kehalalan.

d)    Tindakan Koreksi

Tindakan koreksi dilakukan apabila ada penyimpangan dari ketentuan yang ditetapkan LPPOM MUI dan ketidaksesuaian dengan yang direncanakan dan tindakan koreksi/ perbaikan harus terdokumentasikan (Yaqin, 2008).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Apriyantono, A. 2002. Sistem Jaminan Halal

Republika Online : http://www.sjh_co.id.htm

Yaqin, A. 2008. Sistem Jaminan Halal. Hand Out Sekretaris Umum Auditor LPPOM MUI. Jawa Timur

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :