Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Penentuan Titik Kritis Keharaman Produk

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 18 October 2012
di Umum - 0 komentar

Dalam menentukan titik-titik kendali kritis, harus dibuat dan diverifikasi bagan alir bahan, yang selanjutnya diikuti dengan analisa, tahapan yang berpeluang untuk terkena kontaminasi bahan yang menyebabkan haram. Dalam hal ini harus ada sistem yang dapat mendeteksi, dimana bahan haraam berpeluang untuk mempengaruhi kehalalan produk. Tahapan berikut dapat dipakai untuk menyusun Haram Analysis Critical Control Point (HrACCP) (LPPOM MUI, 2007)

  1. Tentukan dan akses seluruh bahan yang haram dan najis
  2. Tentukan titik-titik kendali control
  3. Buat prosedur pemantauan
  4. Adakan tindakan untuk mengoreksi
  5. Adakan sistem pencatatan
  6. Buat prosedur verifikasi

Penentuan titik kritis ini kemudian dilengkapi dengan prosedur monitoring, prosedur koreksi, sistem pendataan, dan prosedur verifikasi.

 

Sistem Audit Internal

Sistem audit internal merupakan sistem auditing yang dilakukan oleh perusahaan secara periodik untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem jaminan halal. Pelaksanaan auditing internal dilakukan oleh tim organisasi halal yang dikoordinir oleh Auditor internal halal. Tujuan dilaksanakannya audit internal antara lain (LPPOM-MUI Kaltim, 2007) :

  1. Untuk memastikan konsistensi operasi untuk memelihara mutu halal suatu produk
  2. Memperbaiki cara produksi dengan memperhatikan tahapan proses yang dianggap kritis bagi kehalalan produk
  3. Menetapkan kerangka kerja untuk proses peningkatan mutu lebih lanjut
  4. Mengevaluasi dan menetapkan secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari personel kunci yang menentukan pada kegiatan produksi secara halal.

Menurut Arintawati, (2006) persyaratan auditor internal halal meliputi :

  1. Karyawan tetap perusahaan bersangkutan
  2. Auditor halal internal yang menjadi coordinator tim halal internal harus seorang muslim taat yang mengerti ketentuan halal haram dan mempunyai komitmen melaksanakan ketentuan tentang halal haram
  3. Diangkat secara resmi oleh pimpinan perusahaan sebagai auditor halal internal dengan tugas dengan tanggung jawab yang jelas
  4. Berada dalam lingkup sistem jaminan halal
  5. Berada dalam lingkup bagian yang terkait dengan pengendalian titik kritis keharaman (QC/ QA, R & D, Purchasing, Produksi dan Pergudangan)
  6. Memahami titik kritis keharaman secara keseluruhan

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arintawati, M. 2006. Sistem Audit Internal

Republik online http://www.IHA_co.id.htm.

LPPOM-MUI. 2007. Sistem Jaminan Halal.

http://id.wikipedia.org/sjh/wiki/LPPOM-MUI.htm

LPPOM-MUI Kaltim, 2007. Sistem Jaminan Halal.

http://www.LPPOM-MUIKaltim.sjh.multiply.inc

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :