Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Anti Mikroba pada Bawang Putih (Allium sativum)

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 21 October 2012
di Hewan dan Tumbuhan - 0 komentar

Allicin adalah minyak yang tidak berwarna, rasanya sangat pedas yang merupakan karateristik rasa dan bau dari bawang putih. Pada konsentrasi 1 : 85.000 di medium broth, bersifat bakterisidal pada jenis mikroorganisme gram negatif dan gram positif. Ekstrak bawang putih sangat efektif sebagai fungisidal pada konsentrasi 35 - 104 ppm (Davidson, 2004). Komponen aktif yang terdapat pada bawang putih mempunyai efek penghambatan terhadap beberapa mikroba patogen seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Bacillus cereus dan menghambat produksi toksin dari Clostridium botulinum tipe A dengan menurunkan produksi toksinnya sebanyak 3 log cycleC. Botulinum adalah bakteri berspora yang dapat memproduksi toksin pada kondisi yang memungkinkan. Komponen-komponen antimikroba yang terdapat pada minyak bawang putih dapat menghambat spesies kapang diantaranya adalah Aspergillus flavus, A. parasiticus, A. versicolor, A. ochraceus, Candida sp., Crytococcus sp., Rhodotorulla sp., Torulopsis sp., dan Tricosporon sp.

 

 

DAFTAR PUSTAKA


Corner, DE. 1995. Naturally occuring compounds in Antimicrobial in Food. Eds., by Davidson PM & Branen AL, Eds. Marcell Dekker, Inc., New York, pp. 441-468

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :