Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Ekstraksi Mekanik Minyak Kelapa (Press)

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 21 October 2012
di Teknologi Enzim, Fisik dan Kimia - 0 komentar

Tahapan :

  1. Pengepresan Pendahuluan
  2. Pengecilan Ukuran Bungkil
  3. Pengepresan Kedua
  • Pengepresan Pendahuluan

Kopra yang telah dipanaskan dari cabang screw conveyor lalu masuk ke dalam mesin pengepresan pendahuluan yang disebut dengan expeller press I. Minyak dan lemak yang keluar dari hasil pengepresan dengan expeller press I 3/35 %. Minyak dan lemak yang keluar jatuh ke bagian bawah, diterima alat penyaring (screen), lalu jatuh ke bak penampung yang terdapat pada alat expeller press. Bak penampung dibuat miring, hal ini untuk memudahkan pengaliran minyak ke bak penampung minyak kotor atau hasil pengepresan pendahuluan. Pengaliran minyak kotor ke bak penampungan melalui pipa-pipa sedang bungkilnya akan diproses lebih lanjut. Alat expeller press ini dapat disusun sampai dengan 4 seri dan proses dapat berjalan secara kontinu (Wahono, 1996).

  • Pengecilan ukuran bungkil

Bungkil yang keluar dari pengeporesan I, keadaannya keras dan volumenya agak lebih besar daripada bubur  kopra sebelum dipress dan mengandung minyak dan lemak sekitar 37,5 % sampai 42.5 % . bungkil hasil pengepresan I diterima dan di bawa screw conveyor tanpa pemanas, lalu dikecilkan volumenya dengan disintegrator hasilnya diangkut oleh bucket elevator dan volumenya dikecilkan lagi dengan menggunakan alat penghancur yang disebut dengan “ Walls” atau “roller mills”. Jadi walls mempunyai fungsi yang sama dengan disintegrator, hanya walls ini dapat memperkecil volume bungkil (Wahono, 1996).

  • Pengepresan II

Serbuk hasil dari walls diangkut oleh bucket elevator dan diterima oleh conveyor. Selama serbuk bungkil dalam perjalanan pada screw conveyor mengalami pemanasan 70 0C sampai 80 0C selama 5 menit – 10 menit . waktu pemanasan dipersingkat , hal ini mencegah serbuk bungkil menjadi gosong , sebab akan mempengaruhi rasa ataupun warna minyak dan lemak yang akan dihasilkan. Serbuk bungkil dari cabang screw conveyor akan masuk ke expeller press II, hasilnya adalah minyak dan lemak kotor dan bungkil. Minyak tersebut kemudian disalurkan ke bak penampungan. Bungkil hasil pengepresan II tidak mengalami pengepresan lebih lanjut, karena kandungan minyak dan lemaknya kecil (1%-2%). Bungkil hasil pengepresan II disebut bungkil kreceh atau “chips”. Bungkil ini merupakan hasil samping dari proses pengolahan minyak kelapa.

Fungsi disintregator ini adalah untuk memperkecil ukuran hancuran kopra menjadi serbuk kopra.Prinsip kerjanya, yaitu dengan berputarnya alat pemukul maka kopra akan hancur dan dengan adanya kisi-kisi menyebabkan bahan yang keluar dari alat berupa serbuk. Alat ini digerakkan oleh motor, biasanya bertenaga 20pk dengan kecepatan putar 3000-4000rpm dengan kapasitas 20 ton/24 jam .

Walls berfungsi untuk menghancurkan serpihan bungkil kopra dari pengepresan menjadi serbuk lagi. Prinsip kerjanya yaitu bahan dilewatkan di atas rol-rol yang berputar berlawanan arah sehingga bahan akan tergiling.

Walls ini merupakan system “roller” . roller ini berbentuk silinder. Diantara rolls dilengkapi dengan scraper untuk menjaga agar bahan tidak terbuang dan memudahkan penggilingan. Walls ini juga dilengkapi dengan magnet untuk mencegah masuknya logam-logam karena benda-benda ini merusak alat.

Serpihan bungkil kopra hasil pengepresan I dimasukkan melalui corong masuk. Bahan yang melewati antara dua rolls akan tergiling dengan tekanan makin ke bawah makin besar karena jarak antara dua rolls makin k bawah makin sempit. Dengan demikian serpihan bungkil kopra akan dihancurkan lagi menjadi serbuk kopra dan dikeluarkan melalui  corong pengeluaran.

Expeller press berfungsi untuk mengekstraksi minyak dan lemak dari kopra. Prinsip kerjanya , yaitu karena putaran srew atau worm secara kontinu akan mendorong bahan ke depan pada ruang horizontal, dan pada saat yang sama menghasilkan tekanan yang cukup untuk mengeluarkan lemak dan minyak

Scew berfungsi untuk membawa bahan melalui ruang kempa dan pada saat yang sama memberikan tekanan 1000kg/cm2 . sedangkan coke berfungsi untuk mengatur tekanan dan kapasitas yang disesuaikan dengan bahan dasar (Wahono, 1996).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Wahono. 1996. Lemak dan Minyak. THP UB. Malang

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :