Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Steak dan Perkembangannya

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 21 October 2012
di Ilmu Pangan - 0 komentar

Steak merupakan produk hasil pengolahan daging yang diiris tipis dan pemanfaatan hot plate sebagai media pemanasan. Steak umumnya menggunakan bagian daging yang berupa sirloin dan tenderloin.

Steak atau bistik (dari beef steak) adalah sepotong besar daging, biasanya daging sapi. Daging merah, dada ayam dan ikan seringkali dipotong menjadi steak. Kebanyakan steak dipotong tegak lurus dengan fiber otot, menambah kelegitan daging. Steak biasanya dimasak dengan dipanggang, meskipun dapat digoreng atau di "broil".

Jumlah waktu pemasakan steak tergantung perorangan; pemasakan yang lebih cepat menghasilkan daging yang lebih lembut, dan bersari, dan pemasakan yang lebih lama mengurangi penampakan darah dan juga mengurangi masalah tentang penyakit. Sejumlah perkataan telah berkembang untuk menggambarkan bagimana steak dimasak. Dalam urutan dari mentah sampai matang:

  • Mentah - belum dimasak. Steak tidak dimakan atau dipesan dalam bentuk ini, kecuali dalam makanan khusus, seperti steak tartare.
  • jarang biru atau sangat jarang - Dimasak sangat cepat; luarnya terbakar, namun bagian dalam tidak termasak hanya dihangatkan. Steak akan berwarna merah di bagian dalam.
  • jarang - luarnya abu-abu kecoklatan, dan bagian tengah berwarna merah dan bagian antara luar dan tengah berwarna merah muda. (Anonimous, 2011)

Perkembangan steak

Ilmuwan asal Jepang bernama Mitsuyuki Ikeda dari Okayama Laboratory berhasil menciptakan steak langka yang berasal dari feses. Ia tak hanya iseng sebab inovasinya merupakan respons dari masalah yang dihadapi Tokyo Sewage, badan pengelola limbah kota Tokyo.Populasi manusia menimbulkan akumulasi lumpur limbah mengandung feses yang berlebihan. Kandungan protein yang tinggi dalam lumpur limbah jadi pemicu munculnya ide langka Ikeda. Ia lalu mengekstrak protein dan menambahkan pemercepat reaksi serta melakukan pemrosesan hingga steak feses tercipta.

Agar tampak seperti daging sapi, Ikeda menambahkan pewarna makanan. Setelah dianalisa, ternyata kandungan gizi steak feses tergolong tinggi, terdiri dari 63% protein, 31% karbohidrat, 3% lemak, dan 9% mineral. Beberapa orang yang terlibat dalam uji cita rasa awal juga mengatakan bahwa rasa steak feses ini seperti daging sapi asli.Ikeda mengaku ada beberapa masalah yang harus diselesaikan sebelum steak ini bisa dimakan. Pertama adalah soal biaya sebab harga steak ini mencapai 10 hingga 20 kali lipat dari steak biasa.

Masalah yang paling utama juga rasa jijik saat mengetahui bahan baku steak feses.Cara agar harga bisa ditekan akan berusaha terus dilakukan. Sementara, untuk masalah jijik, Ikeda berharap masyarakat bisa melupakan dan melihat kemungkinan menyelesaikan masalah lingkungan dengan memakan steak feses. Steak feses tidak hanya menyelesaikan masalah limbah, tetapi juga rantai industri daging yang menyumbang 18% emisi gas rumah kaca dan masalah perlakuan keji yang sering dialami hewan (dikutip dari Kompas oleh Asep Candra pada 26 September 2011)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonimous, 2011. Steak. http://id.wikipedia.org/wiki/Bistik

Chandra, Asep . 2011. Berani Cicip Steak Kotoran Manusia. http://sains.kompas.com/read/2011/06/18/16391162/Berani.Cicip.Steak.Kotoran.Manusia

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :