Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Salmonella sp.

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 21 October 2012
di Kesehatan - 3 komentar

Salmonella dapat hidup antara suhu 6,70 C - 450 C, berhenti berkembang biak pada suhu 50C, sedangkan pada suhu 550C masih dapat hidup selama 1 jam dan pada suhu 600C selama 15-20 menit, kecuali S. senftenberg akan mati pada suhu 71.10C (Ray, 2004)

Salmonella menyebabkan 3 tipe penyakit utama pada manusia yaitu demam enteric (demam typhoid), bakterimia dengan luka fokal dan enterokolitis. Enterokolitis merupakan manifestasi infeksi Salmonella yang wajar.

Jenis-jenis Salmonella (Arianti, 2005)

  • Salmonella thyposa dan S. paratyphi menyerang manusia
  • S. dublin menyerang ternak sapi
  • S. abortus equi menyerang kuda
  • S. thyphimurium menyerang itik dan rodensia
  • S. pullorum dan S. gallinarum menyerang ayam

Habitat jenis mikroorganisme ini adalah pada alat-alat pencernaan hewan dan burung baik yang sudah diternakan atau masih liar. Tempat diperolehnya jenis organisme yang terbanyak yang berhubungan dengan suplai bahan pangan manusia adalah sapi, domba, babi, dan ayam (Nikmah, 2000).

Habitat utama kuman Salmonella pada tubuh penderita adalah di dalam saluran pencernaan. Selain itu Salmonella dapat ditemukan pada bagian tubuh lainnya dari penderita, seperti kelenjar limfa, limpa, hati, empedu, jantung, paru-paru, urat daging, sumsum tulang dan periosteum (Duguid, 1991).

Terinfeksinya manusia oleh Salmonella hampir selalu disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minuman tercemar. Makanan yang biasanya tercemar meliputi kue-kue yang mengandung saus susu, daging cincang, unggas, daging panggang yang diperdagangkan, dan telur (Pelczar dan Chan, 1988).

Menurut Buckle(1987) Gejala keracunan dapat terjadi sekitar 8-24 jam setelah mengkonsumsi pangan yang tercemar bentuk vegetatif bakteri dalam jumlah besar. Di dalam usus, sel-sel vegetatif bakteri akan menghasilkan enterotoksin yang tahan panas dan dapat menyebabkan sakit. Gejala yang timbul berupa nyeri perut, diare, mual, dan jarang disertai muntah. Gejala dapat berlanjut selama 12-48 jam, tetapi pada kasus yang lebih berat dapat berlangsung selama 1-2 minggu (terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia).Penanganan: Tidak ada penanganan spesifik, kecuali mengganti cairan tubuh yang hilang.

Tindakan pengendalian khusus terkait keracunan pangan akibat bakteri ini bagi rumah tangga atau pusat penjual makanan antara lain dengan melakukan pendinginan dan penyimpanan dingin produk pangan matang yang cukup dan pemanasan ulang yang benar dari masakan yang disimpan sebelum dikonsumsi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arianti, Tati.2005. Peranan Salmonella enteriditis Pada Ayam dan Produknya. Wartazoa Vol.15 No.4

Bukle, K.A., 1987.  Ilmu Pangan.  PT. Gramedia  Pustaka Utama,  Jakarta

Duguid, J .P . and R.A .E . NORTH. 1991 . Eggs and Salmonella food- poisoning : an evaluation . J . Med . Microbiol

Nikmah, M., 2000. Analisis Kandungan Bakteri Salmonella Dalam Susu sapi Pasca   Pemerahan   Di   Desa   Tarus   Kabupaten   Kupang. Laporan Penelitian,  FKIP Undana,  Kupang

Pelezar dan Chan, 2002. Dasar-dasar Mikrobiologi Jilid 2. UI  Press, Jakarta

Ray, Bibek. 2004. Fundamental Food Microbiology. CRC Press, New York

3 Komentar

yoga

pada : 03 June 2013


"Mau tanya sih, Kalau suhu -0, apa Salmonella akan mati?"


Arya Ulilalbab

pada : 30 June 2013


"Suhu 0 derajat celcius, salmonella akan dorman (istilahnya "tidur"). Sehingga, pada suhu tersebut salmonella tidak akan berkembang biak dan tidak dapat melakukan aktifitas secara normal.

Tetapi apabila setelah itu kondisi suhu naik menjadi 6-45 derajad celcius, maka salmonella akan hidup dan berkembang biak secara normal.

Begitu sepemahaman saya selama ini"


risa

pada : 16 July 2014


"hebat bener"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :