Arya Ulilalbab

Makanan, Gizi dan Kesehatan

Twitter

Bahan Makanan yang Kehalalannya Masih Diragukan

diposting oleh aryaulilalbab-fkm12 pada 22 October 2012
di Ilmu Pangan - 0 komentar

KOPI LUWAK

Kopi Luwak adalah kopi yang berasal dari biji buah kopi yang dimakan oleh luwak kemudian keluar dengan kotorannya dengan syarat : biji kopi masih utuh terbungkus kulit tanduk, dapat tumbuh jika ditanam kembali.

Ketentuan Hukum : Kopi Luwak adalah bahan mutanajis (yang terkena najis) tetapi bukan najis. Kopi Luwak sebagaimana dimaksud dalam ketentuan umum adalah halal setelah disucikan; mengkonsumsi kopi luwak boleh; memproduksi dan memperjual belikan kopi luwak hukumnya boleh. (ditetapkan tgl. 20 Juli 2010 di Jakarta)

 

KEPITING

Ada 4 jenis kepiting yang sering dikonsumsi dan menjadi komoditas, yaitu : scylla serrata; scylla tranquebarrica; scylla olivacea; dan scylla pararnarnosain. Keempat jenis kepiting bakau ini oleh masyarakat umum hanya disebut dengan kepiting.

Kepiting adalah jenis binatang air dengan alasan : bernafas dengan insang, habitat air, tidak akan pernah mengeluarkan telur di darat melainkan di air karena memerlukan oksigen dari air. Keempat kepiting yang telah disebutkan di atas hanya : hidup di air tawar saja; hidup di air laut saja; hidup di air laut dan air tawar. Tidak ada yang hidup atau berhabitat di dua alam (di air dan di darat). Kepiting adalah halal dikonsumsi sepanjang tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. (ditetapkan tgl. 15 Juli 2002 di Jakarta)

 

CACING

Membenarkan pendapat ulama (Imam Malik, Ibn Abi Laila, dan Al-Auz’i) yang menghalalkan memakan cacing sepanjang bermanfaat dan tidak membahayakan dan pendapat ulama yang mengharamkan memakannya. (ditetapkan tgl. 18 April 2000 di Jakarta)

*catatan : Yang mengharamkan mungkin beralasan bahwa cacing adalah hewan yang menjijikkan. So, jangan bingung. Terserah qt mau ambil ketetapan hukum tersebut menurut pendapat ulama yg mn.

 

KODOK

Khusus mengenai memakan daging kodok, jumhur ulama berpendapat tidak halal, sedangkan sebagian ulama yang seperti Imam Maliki menghalalkan. (ditetapkan tgl. 12 Nopember 1984 di Jakarta)

So, jangan bingung lagi. Terserah qt mau ambil ketetapan hukum tersebut menurut pendapat ulama yg mn.

 

JANGKRIK

Jangkrik adalah serangga yang sejenis dengan belalang. Membudidayakan jangkrik untuk diambil manfaatnya, untuk obat/ kosmetik misalnya, untuk dimakan atau dijual, hukumnya adalah boleh (mubah, halal), sepanjang tidak menimbulkan bahaya (mudarat). (ditetapkan tgl. 18 April 2000 di Jakarta)

 

 

DAFTAR PUSTAKA


LPPOM MUI. 2010. Kumpulan Fatwa. http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=108&Itemid=532&lang=en,diakses tanggal 23 Maret 2012

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :